PSM Bidik Kemenangan di Kandang Arema Demi Menjauh dari Degradasi
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PSM Makassar membidik kemenangan saat melakoni laga tandang melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu. Hasil ini diharapkan mampu menjauhkan mereka dari zona degradasi.
行情分析
Caretekerpelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengatakan kemenangan melawan Arema FC menjadi hal krusial untuk memastikan posisi timnya aman di Super League musim depan.
"Banyak pemain yang tidak bisa tampil tapi kondisi itu tidak menyurutkan semangat kami. Hasil tomorrow sangat mempengaruhi posisi di klasemen," kata Amiruddin dalam konferensi pers di Kota Malang.
Klassemen Saat Ini
PSM Makassar sementara ini masih menduduki urutan ke-13 dalam tabel klasemen Super League dengan 34 poin. Tim terpaut tujuh poin dari Persis Solo yang berada di urutan ke-16 alias zona degradasi.
Kekalahan dari Arema FC akan memperkecil kans PSM untuk bertahan di Super League. Poin tim berjuluk "Juku Eja" ini terpaut dua angka dari Madura United di peringkat ke-14. Selisih tiga poin dari Persijap Jepara di urutan ke-15.
Strategi dan Persiapan
Secara hitungan, selain bergantung dari hasil melawan Arema, PSM juga perlu memenangkan dua pertandingan lainnya melawan Persib Bandung dan Madura United.
Amiruddin menegaskan meminta seluruh pemain agar menganggap tiga laga sisa, termasuk melawan Arema FC layakanya partai final. "Saya telah menekankan kepada pemain bahwa tidak ada yang bisa membantu tim ini kecuali kami sendiri," katanya.
Dalam misi mendulang kemenangan, PSM pun mewaspadai barisan lini serang Arema FC yang mampu memberikan kontribusi besar. "Tapi secara keseluruhan kualitas semua pemain Arema bagus," imbuh Amiruddin.
Respons Pemain
Pemain PSM Makassar Akbar Tanjung mengatakan akan lebih bekerja keras guna membantu tim mendapatkan kemenangan. Kehadirannya di Malang bukan untuk kalah.
"Di ruang ganti kami tidak memiliki masalah apa pun. Hanya saat berlatih banyak rekan-rekan pemain yang cedera sehingga tidak bisa bermain," kata Akbar Tanjung.